Di halaman Mapolda Sumatera Selatan, Sabtu pagi itu, suasana terasa berbeda. Irama hadroh menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta rombongan. Sekitar enam ratus orang sudah menunggu, dari pejabat Forkopimda, tokoh agama, hingga perwakilan serikat pekerja. Agenda Safari Ramadan kali ini memang dipusatkan di Palembang, dan sambutannya hangat. Bahkan, Ketua MUI Provinsi Sumsel langsung mengenakan sorban ke pundak sang Jenderal.
Membuka sambutannya, Sigit tak lupa membalas pantun dari tuan rumah. Dengan sedikit senyum, ia melantunkan, "Jembatan Ampera warnanya merah, melintasi sungai namanya Musi. Safari Ramadan membawa berkah, menjalin erat tali silaturahmi."
Ucapan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan.
Namun begitu, pesan inti yang dibawanya jauh melampaui sekadar silaturahmi lokal. Jenderal Sigit mengajak semua elemen masyarakat, khususnya di Sumsel, untuk benar-benar merapatkan barisan. Persatuan bangsa, menurutnya, adalah modal utama saat ini. Ia lalu mengaitkannya dengan langkah aktif pemerintah di kancah global.
"Bapak Presiden melakukan berbagai macam upaya diplomatik," ungkap Sigit, menegaskan peran Prabowo Subianto.
"Menghubungi beberapa negara untuk kemudian berdiskusi bagaimana caranya agar peristiwa yang terjadi di Timur Tengah ini segera bisa berakhir."
Dukungan dari dalam negeri, dari ulama dan umara, disebutkannya sebagai penguat posisi Indonesia di mata dunia. Tanpa itu, upaya perdamaian yang digaungkan akan terasa berat.
Di sisi lain, Kapolri tidak menutup mata soal dampak riil konflik jauh itu di rumah sendiri. Ia menyoroti insiden di pangkalan militer Timur Tengah yang sempat mengacaukan logistik. Gangguan di Selat Hormuz itu memicu lonjakan harga minyak dunia. Dan itu bukan cuma angka di layar.
Artikel Terkait
Kedubes Polandia Gelar Lomba Desain Batik Pererat Hubungan dengan Indonesia
Kapolri Sambangi Kedai Ojol di Palembang, Dengarkan Keluhan Langsung dari Driver
Ombudsman Tegaskan Kampus Dilarang Potong Bantuan Hidup KIP Kuliah
Truk Kontainer Nyangkut di Underpass Pramuka, Lalu Lintas ke Matraman Tersendat