Selain dua desa itu, hujan abu menimpa banyak permukiman. Dari Desa Jontona, Lamaau, Baolaliduli, hingga Aulesa dan Lamawolo. Juga Lamatokan, Kalikur WL, Umaleu, Buriwutung, Mampir, dan Leuwohung.
Daftarnya masih panjang. Desa Bareng, Kalikur, Normal, Normal 1, Leudanung, Leuwayan, hingga Roma dan Hoelea. Tak ketinggalan Hoelea 2, Hingalamengi, Meluwitung, Balauring, Wailolong, Lebewala, Wowong, dan Nilanapo. Semuanya tertutup debu vulkanik, suasana hening tapi mencekam.
Penduduk setempat kini hanya bisa menunggu dan berharap, sambil memantau setiap perkembangan dari gunung yang tak henti menggeram itu.
Artikel Terkait
Donny Fattah, Bassis Legendaris God Bless, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan Polri untuk Dukung Ketahanan Pangan
Bamsoet: Fenomena No Viral No Justice Alarm Rusaknya Sistem Hukum