Merasa tersinggung dan kecewa, sang mantan istri pun mengadu pada kakak kandungnya, seorang pria berinisial GK (29).
Mendengar pengaduan adiknya, GK langsung geram. Ia pun bergegas menemui DSH untuk memastikan kebenarannya. Sayangnya, saat dikonfirmasi, jawaban DSH tetap sama: ia tak mau mengakui anak tersebut.
Nah, di sinilah emosi meledak. Tanpa pikir panjang lagi, GK langsung menghajar DSH. Pukulan bertubi-tubi menghujani tubuh korban hingga ia terjatuh. Aksi kekerasan itu baru berhenti setelah warga sekitar turun tangan melerai.
Korban sempat dibawa ke klinik. Saat itu, kondisinya dianggap cukup stabil untuk diperbolehkan pulang. Namun, keadaan justru memburuk beberapa waktu kemudian. DSH mengalami muntah-muntah hebat, sehingga keluarganya buru-buru membawanya ke RS Welas Asih.
Usaha itu sia-sia. Setelah dirawat beberapa jam, nyawa DSH tak bisa diselamatkan. Ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu malam, 17 Januari. Sebuah nyawa melayang hanya karena cekcok soal nafkah dan pengakuan.
Artikel Terkait
Serangan Militer Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Konflik Teluk Picu Krisis Global
Survei: Mayoritas Publik AS Nilai Trump Semakin Tidak Stabil di Tengah Ketegangan dengan Iran
Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 per Gram, Buyback Ikut Merosot
Fadli Zon Bahas Strategi Paviliun Indonesia untuk Comeback di Venice Biennale 2026