“Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya 'overstay', dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,”
ujar Santo Darmosumarto menjelaskan situasi yang runyam itu.
Di sisi lain, niat mereka pun tak seragam. Meski banyak yang ingin segera menyelamatkan diri dan kembali ke Tanah Air, ternyata ada juga yang masih punya semangat bertahan. Masih berharap bisa dapat pekerjaan lain di negeri orang, meski pengalaman buruk baru saja mereka alami.
Jadi, meski gelombang kepulangan sudah dimulai, prosesnya masih panjang. Butuh waktu untuk menyelesaikan urusan dokumen dan imigrasi masing-masing orang. Suasana di KBRI pun dipastikan masih akan ramai di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Tim SAR Temukan Barang Korban dan Serpihan Pesawat di Medan Terjal Bulusaraung
Nadiem Sindir Kesaksian Saksi Kasus Chromebook: Sangat Lucu, Seperti Copy Paste
Ledakan Kabul Guncang Hotel, Tewaskan 7 dan Lukai Belasan Warga
Polisi Gencar Sebar Tangan Elektronik ETLE Mobile ke Seluruh Indonesia