Kabut tebal masih menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, menghalangi upaya evakuasi dari udara. Tim SAR pun terpaksa mengandalkan jalur darat untuk mendekati lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Medannya? Sangat terjal.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi hal ini. Rencana awal sebenarnya sederhana: menggunakan helikopter dari Bandara Sultan Hasanuddin. Jarak tempuhnya cuma sepuluh menit.
"Namun karena kondisi cuaca," ujarnya, "misi tersebut belum bisa kita laksanakan."
Ia lalu menambahkan, "Saat ini kita berupaya unsur darat mendekat ke sana."
Menurut sejumlah saksi di lapangan, tantangan terbesar justru ada di medan. Titik jatuh pesawat dan serpihan tubuh korban yang tersebar terpaut jarak lebih dari 500 meter. Tapi bukan jaraknya yang jadi masalah utama.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal, Parah, dan Meluas
Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 Digelar di Balai Kota, Dukung UMKM dan Beri Santunan
Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus TransJakarta di Bandengan
Jokowi Bocorkan Dua Poin Utama Pembahasan Prabowo dengan Tokoh Nasional