Wilayah itu berupa lereng curam dan jurang. "Dari situ dengan keterjalannya, kemiringan yang ada kemudian ke bawah... yang di atas itu terbuka," jelas Syafii.
"Pada saat ke bawah berubah hutan-hutan dengan kedalaman yang agak ekstrem. Dan itu yang sebenarnya kita hadapi."
Upaya pertama mengevakuasi satu jenazah dari tebing sedalam 200 meter pun gagal. Talinya tersangkut batu saat ditarik. Akhirnya, jenazah itu diturunkan kembali dan tim memutuskan mendirikan kamp darurat di lokasi. Keselamatan penyelamat jadi prioritas; proses evakuasi tak bisa dipaksakan kalau membahayakan mereka.
Pagi tadi helikopter sempat dicoba dioperasikan lagi. Tapi alam punya rencana lain. Cuaca buruk memaksa semua usaha dialihkan sepenuhnya ke jalur darat. Perjuangan tim gabungan di Bulusaraung masih berlanjut, diliputi kabut dan medan yang tak kenal ampun.
Artikel Terkait
Polres Siak Amankan Ratusan Gram Sabu, Tiga Pengedar Dibekuk dalam Dua Hari
137 Ton Sampah di Muara Baru Ternyata Buangan Oknum Swasta
Prabowo Siap Buka Peluang di Davos Usai Singgah di London
Korlantas Siapkan Operasi Ketupat 2026, Targetkan Lebih Baik dari Catatan Sukses Sebelumnya