Potensi perguruan tinggi Islam untuk melahirkan generasi unggul ternyata sangat besar. Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, dalam sebuah kuliah umum di Tangerang. Menurutnya, kampus-kampus Islam bisa jadi garda terdepan dalam mencetak cendekiawan yang tak hanya religius dan cinta tanah air, tapi juga punya wawasan global. Yang menarik, kontribusi ini bisa selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs yang digaungkan PBB.
Kuliah umum bertajuk 'Pendidikan Tinggi Islam dan Kenegaraan Berbasis SDGs' itu digelar di Institut Asy-Syukriyyah, Kamis lalu. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Yayasan Ahmad Zarkasih, Rektor Dr. Evan Hamzah Muchtar, beserta jajaran pimpinan fakultas dan ratusan mahasiswa.
"Peluangnya terbuka lebar," kata Hidayat, atau yang akrab disapa HNW, melalui keterangan tertulisnya.
"Pendidikan tinggi Islam punya ruang untuk menyiapkan generasi Milenial dan Gen Z yang cerdas, modern, dan berpikiran global. Tapi, fondasinya harus tetap ajaran Islam, rasa cinta bangsa, dan tidak tercerabut dari akar budaya dan religiusitas kita. Ini semua demi mendukung target SDGs. Jadi, potensi yang ada jangan sampai disia-siakan, harus dimaksimalkan betul," tegasnya.
HNW lantas mengaitkan hal ini dengan konstitusi. Ia menyebut, realisasi dari visi pendidikan tinggi Islam dan SDGs punya pijakan kuat di UUD 1945, khususnya Pasal 31. Ayat 3 misalnya, menegaskan peran pemerintah dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang meningkatkan keimanan dan akhlak mulia. Di sini, nilai agama dan kenegaraan sudah menyatu.
Tak cuma itu, dukungan anggaran juga dijamin konstitusi. Pasal 31 ayat 4 mewajibkan pemerintah mengalokasikan minimal 20% APBN/APBD untuk pendidikan. Untuk tahun 2026 ini, angkanya mencapai Rp 754 triliun. Sementara ayat 5 mengingatkan, kemajuan iptek harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa.
Fakta lainnya yang ia ungkap cukup mencengangkan. Indonesia bukan cuma negara dengan populasi muslim terbesar. Ternyata, jumlah masjid, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islamnya juga paling banyak di dunia.
"Perguruan tinggi di bawah Kemdikbudristek ada 2.970. Sementara yang di bawah Kemenag, 907. Totalnya hampir 3.877 institusi. Perkembangan perguruan tinggi Islam ini luar biasa," ujarnya.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Jatinegara, Satu Perempuan Tewas Tertabrak Pikap
Hidup Aditya Hanafi Berakhir di Penjara Usai Bunuh dan Cabuli Rekan Kerja
Surat Putri Jadi Penyejuk di Sidang, Noel Tolak Opsi Amnesti
Kabut dan Tebing: Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung Dihadang Medan Ekstrem