Begitu bunyi salah satu poin dalam draf yang dikutip Bloomberg.
Tapi ada pengecualian besar. Klausul khusus memberi jalan bagi anggota yang kontribusi dananya luar biasa.
“Masa keanggotaan tiga tahun tidak berlaku untuk negara anggota yang berkontribusi lebih dari US$ 1.000.000.000 dalam bentuk dana tunai kepada Dewan Perdamaian pada tahun pertama berlakunya piagam ini,”
Begitu teksnya. Jelas sekali: bayar mahal, dapat kursi permanen.
Di sisi lain, langkah ini langsung memantik kekhawatiran sejumlah pengamat. Mereka mencium aroma upaya untuk membangun alternatif atau bahkan pesaing bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama ini, Trump memang tak pernah sungkan menyuarakan kritik pedas terhadap badan dunia tersebut. Inikah bentuk konkretnya? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Tim SAR Kejar Golden Time Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Medan Terjal Pangkep
Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban Ditargetkan Sampai ke DPR Pekan Ini
137 Ton Sampah Berhasil Dipindahkan dari Muara Baru dalam Tiga Hari
Tambang Ilegal Kuansing Akhirnya Dapat Payung Hukum