Begitu bunyi salah satu poin dalam draf yang dikutip Bloomberg.
Tapi ada pengecualian besar. Klausul khusus memberi jalan bagi anggota yang kontribusi dananya luar biasa.
“Masa keanggotaan tiga tahun tidak berlaku untuk negara anggota yang berkontribusi lebih dari US$ 1.000.000.000 dalam bentuk dana tunai kepada Dewan Perdamaian pada tahun pertama berlakunya piagam ini,”
Begitu teksnya. Jelas sekali: bayar mahal, dapat kursi permanen.
Di sisi lain, langkah ini langsung memantik kekhawatiran sejumlah pengamat. Mereka mencium aroma upaya untuk membangun alternatif atau bahkan pesaing bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama ini, Trump memang tak pernah sungkan menyuarakan kritik pedas terhadap badan dunia tersebut. Inikah bentuk konkretnya? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Minggu Ini
Ian Huntley, Pembunuh Dua Anak di Soham, Tewas Diserang di Penjara
Persita Tangerang Hajar Madura United 4-1 di Lanjutan Liga Super
Presiden UEA Tegaskan Negara Bukan Target Mudah di Tengah Eskalasi Konflik