Menurut pengamatannya, kolom abu yang membubung itu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arahnya mengarah ke timur laut.
Aktivitas seismik gunung dalam rentang waktu enam jam pertama hari ini pun cukup tinggi. Tercatat ada 36 kali gempa letusan dengan amplitudo 12-22 mm. Belum lagi gempa guguran, getaran Harmonik, dan satu kali gempa Tektonik Jauh yang terekam.
"Gunung Semeru juga mengalami tiga kali Harmonik dengan amplitudo 10-11 mm, dan lama gempa 118-360 detik, kemudian satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P 19 detik dan lama gempa 39 detik," tambah Liswanto merinci.
Situasi ini tentu membuat waspada. Meski begitu, hingga saat ini status Gunung Semeru masih tetap di level II atau Waspada.
Artikel Terkait
Misteri Tak Ditampilkannya Abah Entus Jempol ke Media Terungkap
SBY Berbicara, Dunia Bergegas: Alarm Perang Dunia III dan Seruan Diplomasi Indonesia
Nilai TKA Jeblok: Alarm Terlambat dari Krisis Belajar yang Telah Mengendap Puluhan Tahun
Kembali Digeledah, KPK Periksa Pegawai MA Terkait Kasus Pencucian Uang