Harga Minyak Goreng Stabil Jelang Lebaran, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg

- Jumat, 06 Maret 2026 | 19:20 WIB
Harga Minyak Goreng Stabil Jelang Lebaran, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg

Jelang Lebaran, harga minyak goreng kemasan sederhana seperti MinyaKita selalu jadi sorotan. Nah, kabar baik datang dari Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti memastikan harga jualnya masih patuh pada aturan, yaitu di angka Rp15.700 per liter. Ini dia sampaikan usai melakukan inspeksi mendadak di pasar itu pada Jumat lalu.

“MinyaKita di sini alhamdulillah terpantau sesuai HET, HET-nya itu berada di Rp15.700,” ujar Roro.

Dia menambahkan, selain harganya yang stabil, pasokan barangnya juga aman dan lancar. Jadi, setidaknya untuk satu komoditas penting ini, masyarakat di wilayah tersebut bisa sedikit lega.

Namun begitu, ceritanya jadi lain saat beralih ke komoditas lain. Dari pantauan di lapangan, Roro menemukan lonjakan harga yang cukup signifikan pada beberapa bahan pangan. Yang paling mencolok adalah cabai rawit.

Harganya melambung tinggi. Padahal, harga acuannya hanya Rp57.000 per kilogram, tapi di pasar bisa mencapai Rp100.000. Kenaikannya terbilang drastis.

“Jadi lumayan drastis naiknya, dan ada beberapa lainnya,” sebutnya.

Selain si pedas ini, bawang juga ikut-ikutan naik. Biasanya dijual sekitar Rp38.000 per kilogram, sekarang menyentuh angka Rp40.000. Memang tidak seekstrem cabai, tapi tetap memberatkan.

Lalu, apa penyebabnya? Menurut Roro, ada dua faktor utama yang berperan. Pertama, tentu saja lonjakan permintaan masyarakat menyambut hari besar keagamaan, dalam hal ini Idulfitri. Ini seperti pola tahunan yang selalu terulang.

“Jadi itu memang tren yang setiap tahun kalau saya pantau sejak tahun lalu itu selalu terjadi gitu,” tuturnya.

Di sisi lain, cuaca tak menentu belakangan ini juga memberi andil. Terutama untuk komoditas seperti cabai yang sangat rentan dengan perubahan iklim.

“Ini kan setiap hari juga hujan ya, sangat rentan terhadap cuaca gitu,” kata Roro menjelaskan. Hujan yang terus mengguyur disebutnya menjadi salah satu kendala produksi dan distribusi, yang akhirnya berdampak pada harga di tingkat pengecer.

Jadi, sementara minyak goreng terjaga, ibu-ibu mungkin harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai dan bawang menjelang Lebaran tahun ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar