Cilia Flores, Pejuang Utama Maduro, Berakhir di Sel Brooklyn

- Senin, 05 Januari 2026 | 21:42 WIB
Cilia Flores, Pejuang Utama Maduro, Berakhir di Sel Brooklyn

Malam itu, 3 Januari 2026, dunia tersentak. Pasukan elit Delta Force Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Tak sendirian, sang istri, Cilia Flores, turut diamankan dalam operasi yang seketika menyedot perhatian global itu.

Brooklyn, New York, menjadi tempat mereka ditahan. AS menjerat Maduro dengan serangkaian dakwaan berat: narkoterorisme, penyelundupan kokain, hingga kepemilikan senjata penghancur. Sementara untuk Cilia, dasar penangkapannya masih diselimuti kabut. Apa pasal yang hendak dibebankan kepada Ibu Negara Venezuela ini?

Namun begitu, menyebut Cilia Flores sekadar "Ibu Negara" agaknya kurang tepat. Maduro sendiri lebih suka memanggilnya "First Combatant" – Pejuang Utama. Julukan itu menggambarkan sosok perempuan tangguh berdarah panas. Sejatinya, karier politik dan hukum Cilia bahkan sudah melesat jauh sebelum Maduro memegang tampuk kekuasaan.

Profil Cilia Flores: Dari Pengacara Jalanan ke Pusaran Kekuasaan

Lahir di pinggiran Caracas pada 15 Oktober 1956, Cilia menempuh pendidikan hukum di Universidad Santa Maria. Awalnya, ia membela kasus-kasus pidana dan perburuhan. Namanya melambung saat ia masuk dalam tim pengacara Hugo Chavez, sang pemimpin militer yang dijebloskan ke penjara usai upaya kudeta 1992.

Banyak yang meyakini, kebebasan Chavez pada 1994 tak lepas dari andil besar Cilia. Chavez, dengan gerakan politik Chavismo-nya, lalu terpilih sebagai presiden pada 1999. Di sinilah jalan Cilia dan Maduro mulai bersimpangan.

Kala itu, Maduro masih bagian dari tim keamanan Chavez. Pertemuan di sebuah unjuk rasa di Catia menjadi awal segalanya. Cilia masih mengingat jelas kesan pertamanya.

Hubungan mereka pun terjalin. Maduro memanggilnya dengan sebutan mesra "Cilita". Meski telah memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya dan menjalin kasih sejak era 90-an, mereka baru resmi menikah pada Juli 2013, tak lama setelah Maduro terpilih sebagai presiden.


Halaman:

Komentar