"Lalu dia (penjaga gudang) memanggil rekan santri lain dan guru, untuk bantu memadamkan. Karena api terlalu besar akhirnya guru dan pihak pesantren menelpon ke Damkar Sektor Ciawi," lanjutnya.
Dua unit mobil pemadam kebakaran akhirnya diterjunkan. Dengan bantuan sejumlah santri, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 50 menit. Cukup cepat, tapi kerugiannya tak bisa dibilang kecil.
Yudi menyebut angka kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini.
Lalu, apa pemicu pastinya?
"Penyebab kebakaran korsleting listrik. Ada santri yang sedang membuat project lampu lomba cerdas cermat, ditinggal semalaman dalam keadaan hidup stop kontak," papar Yudi.
Sepertinya, project untuk lomba itu malah berujung petaka. Stop kontak yang terus menyala semalaman diduga memicu percikan api dan membakar gudang yang penuh barang logistik itu.
Artikel Terkait
Pajero Ugal-ugalan Tabrak Pemotor, Berakhir di Pagar Mapolda Jambi
Pezeshkian Peringatkan AS: Serang Pemimpin Tertinggi Iran Berarti Perang Total
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem