Koordinasi terus berjalan ketat antara Basarnas, TNI, Polri, dan elemen SAR lain. Prioritasnya jelas: keselamatan personel dan evakuasi korban yang lancar.
Pesawat dengan registrasi PK-THT itu sebelumnya hilang kontak. Kurang dari 24 jam kemudian, pada Minggu pagi, lokasinya sudah diketahui. Data manifest terbaru menyebutkan ada 10 orang di dalamnya, termasuk awak kabin.
Tiga di antaranya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka adalah Ferry Irawan (analis kapal pengawas), Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), dan Yoga Naufal (operator foto udara).
Sedikit kabar baik datang siang itu. Basarnas melaporkan, satu korban berhasil dievakuasi dari jurang sedalam sekitar 200 meter di puncak bukit. Evakuasi via jalur pendakian itu rampung pukul 14.20 Wita.
Korban, seorang laki-laki, langsung dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut. Operasi di puncak Bulusaraung masih berlanjut, di tengah cuaca yang tak menentu dan medan yang menguji nyali.
Artikel Terkait
Pezeshkian Peringatkan AS: Serang Pemimpin Tertinggi Iran Berarti Perang Total
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung
Proyek Lomba Santri Picu Kebakaran Gudang Rp 200 Juta di Pesantren Bogor
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin