Koordinasi terus berjalan ketat antara Basarnas, TNI, Polri, dan elemen SAR lain. Prioritasnya jelas: keselamatan personel dan evakuasi korban yang lancar.
Pesawat dengan registrasi PK-THT itu sebelumnya hilang kontak. Kurang dari 24 jam kemudian, pada Minggu pagi, lokasinya sudah diketahui. Data manifest terbaru menyebutkan ada 10 orang di dalamnya, termasuk awak kabin.
Tiga di antaranya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka adalah Ferry Irawan (analis kapal pengawas), Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), dan Yoga Naufal (operator foto udara).
Sedikit kabar baik datang siang itu. Basarnas melaporkan, satu korban berhasil dievakuasi dari jurang sedalam sekitar 200 meter di puncak bukit. Evakuasi via jalur pendakian itu rampung pukul 14.20 Wita.
Korban, seorang laki-laki, langsung dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut. Operasi di puncak Bulusaraung masih berlanjut, di tengah cuaca yang tak menentu dan medan yang menguji nyali.
Artikel Terkait
Komnas Perempuan Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan PRT
Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Tewas
Longsor dan Angin Kencang Robohkan Dua Rumah Warga di Bogor
Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Siprus Antisipasi Ketegangan Iran-AS-Israel