Di pelabuhan Portsmouth yang ramai, HMS Dragon tampak gagah bersiaga. Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris itu memangsa perhatian, dengan sejumlah prajuritnya yang terlihat berjaga ketat di atas geladak. Suasana di Inggris selatan pada Rabu (4/3/2026) itu terasa berbeda, lebih tegang.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Keir Starmer sudah mengonfirmasi bahwa HMS Dragon akan dikirim ke Siprus. Misi ini adalah bagian dari sebuah operasi pertahanan, yang diluncurkan di tengah memanasnya ketegangan antara Iran melawan AS dan Israel.
“Kita perlu bertindak dengan kejelasan, dengan tujuan yang tegas, dan dengan kepala dingin,” tegas Starmer.
Ia menambahkan, “Perlindungan terhadap warga negara Inggris adalah prioritas utama kami.”
Tak cuma ucapan, langkah konkret pun diambil. Menurut sang Perdana Menteri, pemerintahnya juga menerbangkan pesawat di wilayah tersebut untuk mencegat serangan yang masuk. Ditambah lagi, dengan mengerahkan kemampuan militer tambahan ke pangkalan di Siprus. Semua upaya ini digeber untuk mengurangi ancaman yang membayang.
Jadi, pemandangan prajurit berjaga di Portsmouth itu bukan sekadar latihan rutin. Itu adalah bagian dari persiapan nyata menghadapi gejolak konflik yang bisa meluas kapan saja. Situasinya memang rumit, dan dunia menyaksikan.
Artikel Terkait
KPK Akui Keterbatasan SDM dan Wilayah, Buka Kerja Sama dengan Kortastipidkor Polri
Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri Dikonfirmasi Bahas Rekomendasi Ekonomi, Bukan Isu Reshuffle
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis