Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana di Banyuwangi belakangan ini, tepatnya di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Penyebabnya? Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan seorang biduan bergaun hitam sedang berjoget di atas sebuah panggung. Yang jadi masalah, panggung itu masih penuh dengan dekorasi peringatan Isra Miraj. Aksi panggung itu langsung memicu polemik dan reaksi keras dari berbagai pihak.
Dalam rekaman itu, sang biduan tampil di hadapan penonton. Latar belakangnya masih jelas terlihat tulisan dan hiasan bernuansa religi. Banyak yang menilai, menampilkan hiburan seperti itu dalam konteks acara keagamaan adalah hal yang tidak etis sama sekali. Rasanya ada sesuatu yang tidak pas, seperti mencampurkan dua hal yang seharusnya berjalan sendiri-sendiri.
Menanggapi guncangan ini, Ketua Panitia Isra Miraj setempat, Hadiyanto, akhirnya angkat bicara. Dia mengakui bahwa hiburan dengan menampilkan biduan itu memang ada.
"Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Mikraj tersebut memang benar adanya," ujar Hadiyanto.
Namun begitu, dia memberikan penjelasan yang cukup penting. Menurutnya, aksi panggung itu baru digelar setelah acara inti benar-benar usai. Saat itu, para undangan dan kiai sudah meninggalkan lokasi.
"Akan tetapi, hiburan tersebut digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat," tegasnya.
Artikel Terkait
Pernikahan Sekpri Prabowo: Gibran hingga Jokowi Hadir di TMII
Mikrofon Dimatikan Saat Putri Keraton Solo Naik Mimbar Protes SK Pelaksana Tugas
ASN di Gresik Diamankan Usai Lempar Batu ke Bus Trans Jatim
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Medan Terjal Pangkep