Hadiyanto juga menambahkan, hiburan itu murni inisiatif spontan dari internal panitia sendiri, sebagai semacam acara pelepas lelah. Tapi, karena dampaknya yang luas dan menimbulkan kegaduhan, pihak panitia tak tinggal diam. Mereka sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui sebuah video klarifikasi yang dibuat di Polsek Songgon, Jumat malam lalu.
Di sisi lain, reaksi keras datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi. Mereka menyatakan rasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi.
Wakil Ketua Umum DPW MUI Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, dengan nada kecewa menyatakan bahwa tindakan semacam itu justru mencoreng nilai-nilai dakwah Islam yang seharusnya dijunjung tinggi.
"Peristiwa ini sangat kami sayangkan. Keluhuran dakwah justru tercoreng oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami," kata Sunandi.
Jelas, insiden ini meninggalkan bekas. Di satu sisi ada klarifikasi dari panitia, di sisi lain ada kekecewaan mendalam dari pihak ulama. Semuanya bermula dari sebuah panggung dan joget yang dinilai berada di waktu dan tempat yang kurang tepat.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Pengelolaan Talenta Budaya, 5.700 Talenta Sudah Dibina
Dua Pemuda Terluka Parah Usai Petasan Jumbo Meledak di Pangandaran
Empat Tewas dalam Kecelakaan Maut Innova Tabrak Truk di Tol Batubara
Menteri dan Ribuan Warga Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman yang Baru Ditetapkan sebagai Cagar Budaya