Hadiyanto juga menambahkan, hiburan itu murni inisiatif spontan dari internal panitia sendiri, sebagai semacam acara pelepas lelah. Tapi, karena dampaknya yang luas dan menimbulkan kegaduhan, pihak panitia tak tinggal diam. Mereka sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui sebuah video klarifikasi yang dibuat di Polsek Songgon, Jumat malam lalu.
Di sisi lain, reaksi keras datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi. Mereka menyatakan rasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi.
Wakil Ketua Umum DPW MUI Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, dengan nada kecewa menyatakan bahwa tindakan semacam itu justru mencoreng nilai-nilai dakwah Islam yang seharusnya dijunjung tinggi.
"Peristiwa ini sangat kami sayangkan. Keluhuran dakwah justru tercoreng oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami," kata Sunandi.
Jelas, insiden ini meninggalkan bekas. Di satu sisi ada klarifikasi dari panitia, di sisi lain ada kekecewaan mendalam dari pihak ulama. Semuanya bermula dari sebuah panggung dan joget yang dinilai berada di waktu dan tempat yang kurang tepat.
Artikel Terkait
Pernikahan Sekpri Prabowo: Gibran hingga Jokowi Hadir di TMII
Mikrofon Dimatikan Saat Putri Keraton Solo Naik Mimbar Protes SK Pelaksana Tugas
ASN di Gresik Diamankan Usai Lempar Batu ke Bus Trans Jatim
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Medan Terjal Pangkep