Nicolas Maduro tak tinggal diam. Menanggapi ancaman dari Donald Trump, Presiden Venezuela itu justru melontarkan balasan yang cukup pedas. Intinya sederhana: urus saja dulu negerimu sendiri.
Konflik ini memanas setelah Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk memblokade aset minyak Venezuela. Di depan kamera televisi publik, Maduro terlihat tenang namun tegas. Menurutnya, Presiden AS itu seharusnya lebih memusatkan perhatian pada berbagai masalah dalam negeri Amerika, ketimbang terus menerus mengancam Caracas.
"Presiden Trump akan lebih baik berada di negaranya dan di dunia. Dia akan lebih baik di negaranya sendiri dalam menangani masalah ekonomi dan sosial, dan dia akan lebih baik di dunia jika dia mengurusi urusan negaranya sendiri,"
Begitu kata Maduro, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.
Dari Washington, ancaman Trump sebelumnya bahkan lebih frontal. Pada Senin, dia menyebut akan 'bijaksana' bagi Maduro untuk mundur dari kursi kepresidenan yang telah didudukinya selama 12 tahun.
"Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu,"
ujar Trump ketika ditanya tentang maksud ancaman dari Washington.
Dia menambahkan dengan nada mengingatkan, "Jika dia ingin melakukan sesuatu, jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras."
Serang-menyerang lewat pernyataan ini jelas memperuncing hubungan kedua negara. Situasinya seperti bara dalam sekam, siap menyala kapan saja. Kedua pemimpin tampaknya sama-sama enggan mengalah, saling melempar peringatan yang membuat dunia internasional ikut menahan napas.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Tegaskan Rumah Radio Bung Tomo Tetap Berstatus Cagar Budaya
BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Petir di Jakarta Hari Ini
Barcelona Amankan Fermin Lopez dengan Kontrak Panjang hingga 2031
Remaja Anak Pejabat Tabrak Warung Pakai Mobil Dinas di Mamuju, Dua Orang Terluka