Cuaca ekstrem datang, banjir pun tak terhindarkan lagi. Itulah yang kerap dialami warga di beberapa wilayah selatan Pandeglang. Air meluap dari Sungai Cilemer dan Ciliman, menggenangi rumah-rumah, menjadi cerita yang berulang setiap tahun.
Muiz, seorang warga Desa Surianen di Kecamatan Patia, sudah sangat akrab dengan siklus ini. "Setiap tahun di sini selalu banjir," ujarnya pada suatu Sabtu di pertengahan Januari. "Jadi kalau banjir sudah tidak terhitung."
Menurutnya, masalahnya jelas: aliran sungai sudah menyempit dan jadi dangkal. Solusi yang dia lihat adalah normalisasi sungai oleh pemerintah kabupaten. Ia berharap langkah itu bisa mencegah air sampai masuk ke pemukiman.
"Mungkin kalau saya berpikiran gimana caranya minimal banjir bisa teratasi, bisa tertanggulangi. Di antaranya mungkin ada perbaikan sungainya, normalisasi biar banjir tidak sampai ke rumah," usul Muiz.
Namun begitu, pembangunan tanggul yang ada sepanjang sungai dinilainya belum cukup. Ia meyakini normalisasi adalah kunci. "Sungai dibikin tanggul belum selesai juga, tapi nggak cukup dengan tanggul, perlu normalisasi," tegasnya.
Artikel Terkait
Target Juara Umum, Atlet Angkat Berat Indonesia Siap Hadang Thailand di ASEAN Para Games
Davos Bergemuruh: Trump dan Dunia yang Retak di Panggung Elite Global
Kopi Subang Tembus Aljazair, Koperasi GLB Buktikan Daya Saing Global
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang