Di sisi lain, ada suara lain dari warga, Hafiz Fauzani. Ia melihat persoalannya lebih jauh lagi, bukan sekadar soal mengeruk dan meluruskan aliran. Menurut Hafiz, ekosistem sungai yang rusak perlu dipulihkan.
"Saya berpandangan bahwa penanganan banjir tidak seharusnya hanya mengandalkan normalisasi sungai," katanya.
Ia lantas menjelaskan, "Restorasi sungai perlu diperkuat sebagai pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan."
Baginya, solusi jangka panjang terletak pada mengembalikan fungsi alamiah sungai. Itu berarti memperhatikan dataran banjir, vegetasi di bantarannya, dan menciptakan aliran air yang seimbang. Dengan begitu, sungai punya ruang untuk bernapas, menahan dan memperlambat laju air saat hujan deras tiba. Ia juga berharap ada ajakan yang lebih gencar dari pemerintah untuk mengajak warga menjaga sungai, mengingat kerusakan di daerah aliran sungai (DAS) yang sudah terjadi.
Artikel Terkait
Target Juara Umum, Atlet Angkat Berat Indonesia Siap Hadang Thailand di ASEAN Para Games
Davos Bergemuruh: Trump dan Dunia yang Retak di Panggung Elite Global
Kopi Subang Tembus Aljazair, Koperasi GLB Buktikan Daya Saing Global
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang