Lewat pernyataan resminya Jumat waktu setempat, Komite Nobel Norwegia bersikap tegas. Mereka menegaskan, Nobel Perdamaian adalah sesuatu yang melekat pada orang yang memenangkannya. Titik.
"Pokoknya, apapun yang terjadi setelahnya entah medali, diploma, atau uang hadiahnya dipindah tangan penerima aslinya tetaplah tercatat dalam sejarah," begitu bunyi pernyataan mereka yang dikutip AFP, Sabtu (17/1/2026).
Intinya, medali itu bisa saja berpindah. Tapi nama penerimanya di arsip Nobel, ya tetap tidak berubah.
Di akhir pernyataan, Komite juga memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Mereka menyatakan tidak akan membahas "tentang penerima Hadiah Nobel Perdamaian atau proses politik yang melibatkan mereka".
Jadi, meski medali fisiknya mungkin sekarang ada di meja Trump, sejarah telah mencatat nama Maria Corina Machado sebagai pemenangnya. Itu hal yang tak bisa diganggu gugat.
Artikel Terkait
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran
Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden dan Parpol Bahas Antisipasi Krisis Global
Presiden Prabowo Undang Tokoh Senior Bahas Ancaman Krisis Timur Tengah
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Tas Hitam Pasar Nalo, Ibu Kandung Ditangkap