Di sisi lain, Ayu juga meminta maaf. Maaf atas ketidaknyamanan yang terpaksa dialami korban dan mungkin penumpang lain yang menyaksikan saat menggunakan bus mereka.
"Pramusapa kami di lapangan juga sudah bersertifikat garda pratama. Tapi kami tetap memohon maaf," katanya.
Soal pengawasan, Transjakarta mengklaim terus melakukan evaluasi. Pengawasan diperketat, baik lewat kehadiran petugas langsung di halte dan bus, maupun lewat mata elektronik CCTV. Semua itu digarap serius demi menciptakan ekosistem transportasi yang benar-benar aman bagi semua.
Nah, buat para pelanggan, pesannya jelas: jangan ragu. Laporkan saja jika melihat hal mencurigakan atau merasa tidak nyaman. Hubungi petugas terdekat atau call center di 1500-102. Laporan dari penumpang, menurut mereka, adalah kunci utama. Dengan begitu, tindakan cepat bisa segera diambil sebelum situasi makin runyam.
Komitmen untuk keamanan dan kenyamanan ditegaskan kembali. Transjakarta berjanji akan menindak tegas gangguan apa pun di area layanannya. Kasus di koridor 1A rute Balai Kota - Pantai Maju itu jadi pengingat dan sekaligus bukti bahwa laporan warga dan respons cepat petugas bisa menyelesaikan masalah.
Artikel Terkait
Dua Pria Ditangkap Usai Masturbasi Bersama di Bus Transjakarta, Cairan Semen Kena Penumpang
Kronologi Keributan di Karaoke Parung: Awalnya Cuma Soal Tagihan, Berujung Pukulan
Whoosh Kini Makin Mudah Diakses, Ini Rute Lengkap Transportasi Penghubung di Setiap Stasiun
Dua Tersangka Masturbasi di Bus TransJakarta Ternyata Sudah Janjian