Versi Sang Guru: Dimulai dari Teguran Tak Sopan
Agus Saputra akhirnya buka suara. Menurut penuturannya, semua ini berawal pada Selasa (13/1) pagi di tengah jam belajar. Saat sedang berjalan di depan kelas, tiba-tiba ia mendengar seorang siswa meneriakkan kata-kata tidak pantas ke arahnya.
"Dia menegur dengan cara yang tidak hormat dan tidak sopan. Meneriakkan kata yang tak pantas saat proses belajar berlangsung," ujar Agus, Kamis (15/1).
Merasa tersinggung, Agus masuk ke dalam kelas dan menanyakan siapa pelakunya. Seorang siswa pun mengaku. Namun alih-alih meminta maaf, siswa tersebut justru menantangnya. Agus mengaku refleks menampar siswa itu.
"Saya masuk, panggil siapa yang teriak. Dia langsung menantang. Akhirnya saya refleks menampar mukanya," tuturnya.
Bagi Agus, tindakannya itu adalah bentuk pendidikan moral. Tapi, reaksi sang siswa justru penuh amarah. Situasi jadi makin ricuh dan butuh mediasi dari guru lain untuk meredamnya.
Di sisi lain, beredar juga cerita dari para siswa. Mereka menyebut keributan ini dipicu karena Agus menghina salah satu murid dengan sebutan 'miskin'. Agus membantah maksud menghina. Katanya, perkataan itu disampaikan dalam konteks motivasi semata.
Dua versi ini pun masih terus digali kebenarannya. Yang jelas, insiden ini menyisakan pertanyaan besar tentang dinamika hubungan guru dan murid di sekolah tersebut.
Artikel Terkait
Uni Eropa Hadapi Dilema Hukum Internasional Usai Serangan AS-Israel Tewaskan Pemimpin Iran
Menteri KLHK Apresiasi Polri Usai 15 Tersangka Penembakan Gajah Sumatera Ditetapkan
Hizbullah Serang Tiga Pangkalan Militer Israel, Balas Serangan ke Lebanon
Bapanas Targetkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 33 Juta Keluarga Tersalur Sebelum Lebaran 2026