Dia menambahkan, "Jika terlambat, dua bulan, tiga bulan kemudian, itu tidak akan memiliki efek yang sama. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat."
Namun begitu, angin sepertinya berubah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, muncul dengan penjelasan yang berbeda. Dalam wawancara dengan Fox News, Kamis malam, dia dengan tegas membantah rencana itu.
"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi.
Dia memastikan tidak akan ada pendemo yang dihukum gantung hari itu atau keesokannya. Menurutnya, sepuluh hari demonstrasi damai sempat dikacaukan oleh tiga hari kekerasan yang diatur Israel, namun kini situasi sudah tenang.
Gelombang unjuk rasa yang mengguncang Iran ini bermula dari protes ekonomi yang muram. Tapi gerakannya berkembang, berubah jadi tantangan yang lebih luas terhadap pemerintahan teokratis negara itu. Beberapa hari terakhir diwarnai kerusuhan dan kekerasan yang memilukan. Seorang pejabat, yang enggan disebut namanya, bahkan menyebut angka korban tewas mencapai sekitar 2.000 orang. Sungguh angka yang tak mudah dilupakan.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan
Trump Ancam Balas Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Diduga dari Iran
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pantau dan Lindungi PMI di Timur Tengah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dalam Operasi Senyap di Jawa Tengah