Katanya saat ditemui di lokasi banjir yang masih menggenang. Sriyatun bersikukuh untuk tetap tinggal di rumah. Untuk sementara, seluruh keluarganya mengungsi ke bagian dapur yang masih kering.
"Ini aktivitas keluar misalnya cari makan, mau beri makan lele, kendaraan di parkir yang aman di masjid, gratis di sana," tambahnya menjelaskan rutinitas darurat yang kini dijalani.
Pemandangan perahu-perahu kayu yang lalu-lalang di antara rumah-rumah kini menjadi pemandangan sehari-hari di desa itu. Sebuah gambaran nyata tentang ketangguhan sekaligus kerentanan hidup di daerah yang akrab dengan ancaman luapan sungai.
Artikel Terkait
Sultan Cirebon Minta Dukungan Revitalisasi Keraton Kasepuhan ke Kemendikbud
Melaney Ricardo Ungkap Pengalaman Nyaris Tewas Usai Hura-hura di Kelab Malam
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Ngabuburit ke Museum Nasional, Apresiasi Revitalisasi Warisan Budaya