Pascabencana Aceh-Sumatera, Kemensos Pacu Pemulihan Sosial dengan Prinsip Build Back Better

- Jumat, 16 Januari 2026 | 10:20 WIB
Pascabencana Aceh-Sumatera, Kemensos Pacu Pemulihan Sosial dengan Prinsip Build Back Better

"Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat. Kontribusi bencana Sumatra kepada kemiskinan di tingkat nasional diperkirakan 0,49 persen, dan kemiskinan ekstrem meningkat 0,20 persen," katanya.

Solusinya? Menurut Muhaimin, pemulihan ekonomi harus dilakukan lewat intervensi langsung yang menggerakkan roda ekonomi lokal. Program padat karya tunai, atau cash for work, harus jadi inti dari bantuan pemerintah.

Koordinasi yang solid antara pusat dan daerah juga jadi penentu suksesnya rekonstruksi. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kesepakatan mekanisme kolaborasi.

"Ini penting terkait dengan mekanisme kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, terkait dengan pendanaan dan pembangunan infrastruktur yang ada di bawah pemerintah daerah," ungkap AHY.

"Ini harus disepakati sehingga tidak ada overlapping dan semuanya mendapat sentuhan yang proporsional," tambahnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen kementeriannya. Semua upaya pemulihan sosial, kata dia, dirancang agar terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

"Sebagai koordinator bidang sosial, Kementerian Sosial memastikan pemulihan sosial pascabencana berjalan menyeluruh, mulai dari perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat terdampak," jelas Gus Ipul.

Dia memastikan semua bantuan disalurkan melalui mekanisme yang ketat dan berbasis data valid dari daerah. Tujuannya jelas: tepat sasaran dan akuntabel.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan darurat, Gus Ipul berharap upaya ini bisa memperkuat ketahanan sosial masyarakat untuk jangka panjang. Membangun kembali kohesi sosial dan mendorong kebangkitan ekonomi secara berkelanjutan adalah target akhirnya.


Halaman:

Komentar