Langkah ini agak berbeda dengan beberapa negara lain yang sudah bergerak lebih cepat. India, misalnya, secara resmi telah menyerukan warganya untuk segera keluar dari Iran. Mereka memperkirakan sekitar 10.000 warga India berada di sana, mulai dari pelajar hingga peziarah.
Lewat sebuah unggahan di media sosial, Kedubes India di Tehran menulis, "Warga negara India yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia."
Polandia juga mengeluarkan seruan serupa melalui kementerian luar negerinya.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan tampaknya mencair sedikit. Menurut laporan Al Arabiya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menunda rencana serangan militer ke Iran. Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior AS kepada New York Times.
Bukan hanya Netanyahu. Upaya meredam eskalasi juga datang dari sejumlah negara Arab.
Seorang pejabat tinggi Arab Saudi mengungkapkan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman aktif membujuk Washington. Kekhawatiran mereka jelas: serangan apa pun berpotensi menimbulkan dampak buruk yang serius dan meluas di seluruh kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Mensos Pacu Penyaluran Bantuan Rp 1 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera Sebelum Lebaran
Laba Bersih SMAR Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2025
Ahok Ungkap Prosedur Dilangkahi, Kerugian LNG Bisa Capai 300 Juta Dolar
Iran Kecam AS di Sidang DK PBB Soal Perlindungan Anak di Konflik