Lalu, apa solusinya? Cak Imin mengusulkan serangkaian upaya pemberdayaan. Langkah awal harus fokus pada pemulihan aset ekonomi. Caranya dengan mendorong perputaran uang di masyarakat terdampak. Bantuan juga harus berdasarkan kebutuhan lokal, melibatkan partisipasi warga bukan sekadar menjadikan mereka objek pasif.
“Inti dari bantuan pemerintah pusat haruslah cash for work, program padat karya tunai,” ucapnya tegas.
Namun begitu, itu belum cukup. Langkah berikutnya adalah program peningkatan kapasitas. Pelatihan kerja dan penciptaan lapangan kerja baru harus jadi paket lengkap.
“Semua itu masuk dalam vocation training, program pelatihan kerja berbayar yang dananya dari APBN,” ungkapnya.
Di sisi lain, Cak Imin juga menekankan pentingnya bantuan rintisan usaha. Anggaran sekitar Rp5 juta per keluarga dinilainya bisa jadi modal awal yang efektif. Dia berharap Satgas yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto bisa mengalokasikan dana khusus untuk program kebangkitan usaha ini.
“Kementerian UMKM dan Kementerian Ekonomi Kreatif punya sistem dan kemampuan. Tapi soal anggaran, tentu butuh perhatian kita semua,” tutupnya.
Artikel Terkait
Jenazah Pendaki Gunung Slamet Tiba di Magelang, Disemayamkan di Sidotopo
Kanada Tuding Iran Tewaskan Warganya dalam Gelombang Demonstrasi
Wartawan Lagi Liput Curanmor, Malah Motornya Sendiri yang Raib
RUU Perampasan Aset: Ujian Nyata Komitmen DPR Berantas Korupsi