Malam itu, Istana Kepresidenan Jakarta masih terang. Mendikti Saintek Brian Yuliarto dipanggil mendadak oleh Presiden Prabowo Subianto untuk sebuah rapat penting. Agenda utamanya? Membahas percepatan hilirisasi logam tanah jarang atau rare earth.
Brian tiba di Istana sekitar pukul 20.26 WIB, Kamis malam. Rapatnya sendiri berlangsung singkat, kurang dari satu jam. Tapi isinya padat. Prabowo, menurut Brian, mendesak adanya akselerasi penguasaan teknologi untuk mengelola mineral kritis ini.
"Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat," kata Brian.
"Teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan raykat," lanjutnya.
Tak sendirian, rapat itu juga dihadiri sejumlah pejabat kunci. Mensesneg Prasetyo Hadi hadir, begitu pula Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa. Bahkan ada tamu dari luar negeri yang turut serta mendengarkan.
Nah, soal pemanfaatannya, Brian yang juga Kepala Badan Industri Stratetgis ini menjelaskan fokusnya akan diarahkan untuk mendukung program mobil nasional. Meski aplikasinya masih terbatas saat ini, Presiden mendorong Danantara untuk menjajaki kerja sama teknologi dengan pihak luar.
Artikel Terkait
RUU Perampasan Aset: Ujian Nyata Komitmen DPR Berantas Korupsi
Cak Imin Peringatkan Ancaman Kemiskinan dan Tergerusnya Kelas Menengah Akibat Bencana Sumatera
Genangan Air Kembali Serbu Desa Idaman, Ratusan Jiwa Terdampak
Minneapolis Bergolak Lagi, Petugas ICE Tembak Imigran Venezuela