"Minta BGN untuk memperketat pengawasan dengan melibatkan mereka," sambungnya.
Tak cuma kritik, Yahya juga mendorong langkah konkret. Pertama, dia menuntut sanksi tegas. SPPG yang lalai harus diberhentikan sementara. Tujuannya jelas: sebagai evaluasi dan peringatan agar kejadian pahit ini tidak terulang di masa depan.
Kedua, dia mengusulkan pertemuan rutin. BGN diminta menggelar rapat online setiap bulan dengan seluruh SPPG, bisa diatur per regional agar lebih efektif. Forum ini diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan di lapangan.
Di sisi lain, respons dari daerah pun mulai bermunculan. Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, mengonfirmasi bahwa korban keracunan MBG menu soto ayam di wilayahnya mencapai 411 orang. Sementara di Grobogan, 803 orang diduga keracunan dari menu berbahan ayam.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah ratusan keluarga yang dibuat cemas. Dan kini, bola ada di pihak BGN untuk membuktikan komitmennya.
Artikel Terkait
Ketua Peradi Jakbar: Probono Adalah Berbisnis dengan Tuhan
Gubernur DKI: Jalur LRT Velodrome-Ancol Sudah Dapat Persetujuan
ICC Jakarta Gelar Tahlil, Duka Mendalam atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Iran Balas Serangan AS-Israel dengan Hujan Rudal ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah