"Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan," katanya.
Bayangkan dampaknya jika sebagian besar dari mereka dibekali pengetahuan sektor pangan. Pasti signifikan. Karena itu, dia mendesak para kepala daerah untuk berinovasi, merancang program yang bisa menarik minat generasi muda turun tangan.
Contoh cabai tadi bukan sekadar kiasan. Ada logika ekonomi di baliknya. Jika program penanaman cabai dijalankan secara konsisten, itu bisa membantu mengendalikan inflasi daerah. Soalnya, harga cabai seringkali jadi biang kerok naiknya angka inflasi.
"Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia," tutur Akmal.
Dan manfaatnya bukan cuma untuk pasokan. "Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing."
Pada akhirnya, kreativitas dan inisiatif daerah sangat dibutuhkan. Apalagi target pemerintah untuk program MBG sangat besar, yakni menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat. Pasokan pangan untuk mendukung SPPG harus benar-benar siap.
Di sisi lain, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga perlu didukung penuh. Tujuannya jelas: menggerakkan perekonomian akar rumput. Dengan mengoptimalkan program ini, roda ekonomi diharapkan bisa berputar lebih kencang dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Enam Pak Ogah di Tol Rawa Buaya Usai Video Pungli Viral
Tes DNA Talent Berbasis AI: Cara Sekolah Rakyat Petakan Bakat Siswa Tanpa Ujian Akademik
Dua Bukti Baru Dijadikan Senjata Emirsyah Satar dalam Upaya PK
Dua Bulan Terisolasi, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terjebak Pasca-Banjir Bandang