Di sisi lain, prioritas utama Indonesia tetaplah keselamatan warganya. Dave meminta Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau dengan ketat situasi di lapangan.
“Jika situasi menunjukkan eskalasi yang membahayakan, maka opsi evakuasi harus dipertimbangkan secara serius,” sambungnya, menekankan pentingnya koordinasi yang solid dengan perwakilan RI di Tehran.
Intinya, menurut Dave, Indonesia harus tegas melindungi kepentingan nasionalnya, tapi tetap diplomatis dalam menyikapi gejolak di negara lain. Pihaknya mendukung langkah-langkah pemerintah yang mengedepankan perlindungan WNI dan menjaga hubungan baik, tanpa campur tangan.
Pernyataan Dave ini muncul setelah Donald Trump membuat unggahan yang provokatif di Truth Social, Selasa (13/1).
“Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN,” tulis Trump, seperti dilaporkan Reuters.
Trump juga disebut telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai apa yang dia sebut "pembunuhan tanpa akal sehat" terhadap para demonstran dihentikan.
Di Iran sendiri, situasi masih tegang. Aksi protes yang meluas ke berbagai kota ini telah berubah menjadi tantangan serius bagi pemerintahan yang berkuasa sejak 1979. Beberapa hari terakhir, kerusuhan dan kekerasan semakin sering mewarnai unjuk rasa tersebut.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan