Gelombang demonstrasi besar yang mengguncang Iran sejak akhir Desember lalu, sayangnya, telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Data terbaru dari kelompok pemantau HAM, HRANA, menyebut angka korban tewas sudah mencapai lebih dari 2.500 orang. Aksi yang awalnya dipicu oleh kekecewaan atas kondisi ekonomi yang memburuk seperti depresiasi tajam mata uang Rial kini telah berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
Merespon situasi yang memanas ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, angkat bicara. Politikus dari Partai Golkar itu menekankan pentingnya pemerintah Indonesia bersikap hati-hati.
"Komisi I DPR RI memandang aksi demonstrasi yang terjadi di Iran sebagai bagian dari dinamika politik domestik negara tersebut," ujar Dave kepada para wartawan, Kamis (15/1/2026).
“Setiap bangsa punya hak dan mekanisme internalnya sendiri untuk menyelesaikan persoalan.”
Dia lantas menegaskan posisi Indonesia yang konsisten dengan prinsip non-intervensi. Artinya, kedaulatan Iran untuk mengatur rumah tangganya sendiri harus dihormati.
Namun begitu, ada faktor eksternal yang dinilai Dave justru bisa memperkeruh keadaan. Dia menyorot pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara terbuka mendorong agar aksi demo terus berlanjut.
"Kami menilai bahwa setiap bentuk intervensi asing terhadap urusan domestik suatu negara berpotensi memperkeruh keadaan," tegasnya.
Artikel Terkait
Trump Bekukan Visa Imigran dari 75 Negara, Brasil dan Thailand Ikut Terdampak
Guru SMK di Jambi Dikeroyok Murid Usai Tegur Siswa di Kelas
Truk Mundur Tak Terkendali, Fortuner Ringsek di Depok
Ketua PDIP Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Ijon Proyek Rp 9,5 Miliar