Volume sampahnya sendiri nggak main-main: sekitar 200 ton per hari. Bayangkan saja tumpukan sebesar itu tiba-tiba harus dicarikan solusi baru.
Tangsel Berjanji Cari Jalan Keluar
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mencoba bersikap tenang. Dia mengaku masih akan membahas lebih lanjut keputusan dari Pemkab Bogor ini.
Pilar bersikukuh bahwa mitra swasta mereka, Aspex Kumbong, sebenarnya sudah punya izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dia berjanji akan terus membangun komunikasi untuk mencari titik temu.
Jadi, situasinya sekarang seperti ini: Bogor tutup keran, Tangsel berusaha negosiasi. Sementara itu, sampah-sampah itu masih menunggu untuk diangkut ke suatu tempat. Masalah klasik yang butuh solusi cepat dan yang jelas, nggak bisa diselesaikan dengan saling lempar tanggung jawab.
Artikel Terkait
Iran Tutup Langit, Penerbangan Air India Terpental dan Batal
Iran di Persimpangan: Protes, Nuklir, dan Ancaman Perang yang Menggantung
Bocah Tersesat di Cileungsi Dikembalikan ke Pangkuan Keluarga
Buruh Serukan UMP Rp 5,89 Juta, 685 Personel Amankan Dua Titik Demo