Di sisi lain, KBRI Yaounde sudah bergerak. Mereka meminta update soal kondisi kesehatan para ABK yang selamat, sekaligus menekankan agar hak-hak ketenagakerjaan seluruh awak, termasuk keluarga mereka, tetap dipenuhi oleh perusahaan.
“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,”
kata Heni, seperti dilaporkan kantor berita Antara.
Suasana tentu mencemaskan. Keluarga di tanah air menunggu kabar, sementara upaya penyelamatan berjalan dalam keheningan diplomasi. Semoga ada titik terang segera.
Artikel Terkait
Iran Tutup Langit, Penerbangan Air India Terpental dan Batal
Iran di Persimpangan: Protes, Nuklir, dan Ancaman Perang yang Menggantung
Bocah Tersesat di Cileungsi Dikembalikan ke Pangkuan Keluarga
Buruh Serukan UMP Rp 5,89 Juta, 685 Personel Amankan Dua Titik Demo