Rostov-on-Don diguncang. Rabu pagi itu, sebuah drone menghantam sebuah gedung apartemen dan memicu kobaran api yang hebat. Dari reruntuhan apartemen yang hangus, jenazah seorang pria ditemukan. Itulah korban pertama yang dikonfirmasi dari rentetan serangan yang mengguncang wilayah perbatasan Rusia.
Gubernur setempat, Yuri Slyusar, mengonfirmasi lewat Telegram.
"Jenazah seorang pria telah ditemukan di lokasi kejadian," tulisnya, merujuk pada serangan di Rostov itu.
Korban jiwa tak cuma satu. Di wilayah Belgorod yang juga berbatasan dengan Ukraina, seorang wanita dilaporkan tewas. Menurut Gubernur Vyacheslav Gladkov, sebuah drone menghantam sebuah kendaraan. Seorang pria yang bersamanya pun terluka.
Belgorod sendiri bukan wilayah asing bagi serangan semacam ini. Wilayah ini kerap jadi sasaran, bahkan pekan ini sempat dilanda pemadaman listrik besar-besaran yang membuat warga resah.
Kembali ke Rostov, situasinya juga mencemaskan. Selain korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka-luka. Yang memilukan, di antara korban luka itu ada seorang balita berusia empat tahun. Serangan-serangan terpisah di area lain juga memicu kebakaran di beberapa kompleks industri, menambah kepanikan.
Rostov bukan kota sembarangan. Selama empat tahun terakhir, wilayah ini menjadi pusat komando dan logistik utama bagi operasi militer Rusia di Ukraina. Serangan ini, oleh sejumlah pengamat, dilihat sebagai pukulan yang cukup signifikan baik secara simbolis maupun strategis.
Namun begitu, serangan drone Ukraina ini tak datang dari ruang hampa. Ini disebut-sebut sebagai serangan balasan. Sudah menjadi rahasia umum, Rusia membombardir kota-kota Ukraina hampir tiap malam dengan ratusan drone dan rudal sejak invasi dimulai. Perang yang sudah berlarut-larut ini, tampaknya, kian mendekatkan dampaknya ke jantung wilayah Rusia sendiri.
Artikel Terkait
Nenek 72 Tahun di Subang Tewas Terikat, Diduga Korban Perampokan
Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Ditahan Usai Putusan Hakim
Puluhan Rumah Rusak Parah Diterjang Puting Beliung di Bangka Barat
Dubes Saudi Tegaskan Keamanan dan Kelancaran Haji 2026 di Tengah Situasi Timur Tengah