Donald Trump mengumumkan sebuah perkembangan penting dari Timur Tengah. Lewat unggahan di Truth Social, mantan Presiden AS itu menyatakan Israel dan Lebanon sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan ini direncanakan bakal berlangsung selama sepuluh hari.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel,” tulis Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (16/4/2026).
“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST,” tambahnya.
Menurut Trump, langkah ini bukan datang tiba-tiba. Sebenarnya, pada Selasa lalu, perwakilan dari kedua negara yang bermusuhan itu sudah bertemu di Washington. Trump menyebut pertemuan itu bersejarah pertama kalinya dalam tiga dekade lebih, tepatnya 34 tahun.
Dia juga mengungkapkan langkah konkret dari pemerintahannya.
“Saya telah mengarahkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio, bersama dengan Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Razin' Caine, untuk bekerja sama dengan Israel dan Lebanon untuk mencapai perdamaian yang abadi,” papar Trump.
Bagi Trump, ini bukan prestasi pertama. Dia melihat kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel sebagai tambahan baru dalam daftar panjangnya. Sejak terpilih kembali, dia mengklaim telah berhasil menyelesaikan sejumlah konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.
“Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan 9 perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10, jadi mari kita selesaikan,” ujarnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Rating Indonesia Dipertahankan S&P, Emas Dunia Menguat, dan Laporan Pajak Tembus 11,22 Juta
21 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung
Porsche Rilis 911 GT3 S/C, GT3 Convertible Pertama dengan Atap Otomatis
Gubernur DKI Pramono Anung Perjuangkan Konser BTS di JIS atau GBK