Rupanya, agenda yang dibawa Menko Airlangga berkaitan dengan tarif resiprokal dari Amerika Serikat. Hal ini memang sedang menjadi perhatian serius pemerintah. Pertemuan di gedung anti rasuah itu pun bukan tanpa persiapan. Tampak hadir mendampingi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Bahkan, Wakil Menteri Luar Negeri juga dijadwalkan akan menyusul.
Namun begitu, dari pihak KPK sendiri memberikan penjelasan yang sedikit berbeda nuansanya. Melalui keterangan resminya, lembaga itu menyebut kedatangan Airlangga beserta rombongan adalah untuk menyimak penyampaian hasil kajian mengenai pencegahan korupsi. Sebuah agenda yang tentu relevan, mengingat KPK memang memiliki mandat di bidang itu.
Jadi, selain membahas tarif AS, pertemuan ini juga menyelipkan pembahasan soal pencegahan korupsi. Kedua hal tersebut, dalam praktiknya, sering kali beririsan. Terutama dalam negosiasi dagang yang melibatkan kepentingan begitu besar.
Artikel Terkait
Trump Klaim Jalan Diplomasi Terbuka Pasca-Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
CFD Margonda Depok Lebih Sepi dan Fokus Olahraga Saat Ramadan
Persik Kediri Hadapi Persis Solo Tanpa Bek Andalan Kiko Carneiro
Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah