Ribut di Jalan Adhyaksa: Pengendara Marah Saat Ditilang karena Lawan Arah
Suasana pagi di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mendadak ricuh. Bukan karena macet biasa, tapi karena aksi sejumlah pengendara motor yang nekat berkendara melawan arus. Ditlantas Polda Metro Jaya memang sedang menggelar operasi penertiban di titik itu. Dan seperti biasa, respons para pelanggar beragam. Ada yang nurut, tak sedikit yang malah ngotot dan bikin ulah.
Momen ini sempat viral lewat unggahan di Instagram TMC Polda Metro Jaya. Dari video yang beredar, terlihat petugas dengan sabar atau berusaha sabar menghentikan satu per satu kendaraan yang melintas di jalur yang salah.
"Kami dari Subdit Gakkum memang sedang fokus membina pengendara yang masih bandel, khususnya yang melawan arus," jelas seorang petugas di lokasi.
Tapi nasihat itu seperti masuk telinga kiri, keluar telinga kanan bagi sebagian orang. Salah satu pengendara, misalnya. Alih-alih menuruti perintah untuk putar balik, dia malah meledak. Wajahnya memerah, suaranya meninggi. Setelah sempat adu mulut dengan polisi, dia malah kabur sambil terus memaki.
"Puter balik, yang lawan arah!" seru petugas.
"Woy, kenapa ada kamera? Saya nggak takut!" balas si pengendara dengan nada tinggi.
Bukan cuma satu. Ada lagi pengendara lain yang berusaha cari-cari alasan. Katanya, dia cuma mau belok kiri dan terpaksa ambil lajur kanan dengan cara nyelonong. Alasannya? Rumahnya cuma di depan sana. Ya, klaim seperti itu sering kita dengar.
"Rumah saya di depan sini," dalihnya.
"Iya, emang ini jalannya? Jalannya di situ. Kalau Bapak lewat situ, nggak akan saya berhentiin," sanggah petugas dengan tenang, meski mungkin sudah geleng-geleng dalam hati.
"Tapi rumah saya di situ," si pengendara bersikeras.
Petugas akhirnya memilih memberi teguran. "Untuk sementara, kami berikan tindakan teguran. Tapi jangan diulangi lagi," ujar petugas lainnya. Teguran memang jadi langkah pertama yang humanis, meski kadang efek jerahnya dipertanyakan.
Di sisi lain, operasi ini juga menjaring pelanggar lain. Salah satunya pengendara yang melawan arus plus tak pakai helm. Kepadanya, polisi memberikan tindakan yang sedikit berbeda: squat jump. Setelah beberapa kali jongkok-berdiri, barulah dia dapat wejangan dan imbauan untuk taat aturan.
Kejadian seperti ini seolah jadi potret rutin di jalanan Ibu Kota. Di satu sisi, ada upaya penertiban. Di sisi lain, kesadaran dan kedisplinan pengendara masih sering jadi masalah. Yang jelas, adu mulut dan aksi kabur seperti di Adhyaksa itu bukan solusi. Malah bikin suasana tambah runyam.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026