Pemerintah Beli Minyak Mentah dari Rusia untuk Jaga Stabilitas Harga BBM

- Senin, 20 April 2026 | 01:45 WIB
Pemerintah Beli Minyak Mentah dari Rusia untuk Jaga Stabilitas Harga BBM

Di tengah gejolak harga minyak global yang tak menentu, pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka sepakat membeli minyak mentah langsung dari Rusia. Tujuannya jelas: mencegah krisis BBM di dalam negeri sebelum benar-benar terjadi.

Langkah strategis ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah buah dari diplomasi maraton yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, yang salah satu puncaknya adalah pertemuan langsung dengan Presiden Vladimir Putin di Kremlin. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya membuahkan hasil konkret.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kemudian memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa keputusan ini menjadi jaminan utama.

"Dengan ini, cadangan minyak nasional kita dipastikan aman sampai akhir tahun. Harga BBM subsidi pun bisa kita pertahankan agar tetap stabil," ujar Bahlil.

Tak cuma soal pasokan minyak mentah. Kerja sama ini juga mencakup hal-hal lain yang tak kalah penting. Rusia disebutkan siap membantu membangun infrastruktur energi krusial di Indonesia. Dukungan pasokan LPG juga akan diberikan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dari berbagai sisi.

Lalu, apa yang mendorong langkah ini? Pemicunya adalah situasi geopolitik global yang memanas. Harga minyak dunia sempat melonjak hingga menembus angka 100 dolar AS per barel. Konflik di Timur Tengah dan ancaman blokade di Selat Hormuz menciptakan ketidakpastian yang mencemaskan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, kerja sama ini ternyata punya dimensi politik yang lebih luas. Presiden Prabowo secara khusus mengapresiasi dukungan Rusia, yang tidak hanya di sektor energi. Dukungan itu juga mengalir untuk proses bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS – sebuah aliansi ekonomi yang semakin diperhitungkan.

Jadi, strategi mengalirkan pasokan minyak dari Rusia ini dinilai banyak kalangan sebagai langkah yang cerdas. Ia menjawab dua tantangan sekaligus: menghadapi dinamika geopolitik yang bergejolak dan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. Yang paling penting, semua itu diupayakan agar tidak membebani masyarakat kecil, yang selalu paling rentan saat harga energi bergejolak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar