Sementara itu, cabang di Yordania dan Mesir ditetapkan oleh Departemen Keuangan AS dengan status berbeda: teroris global yang ditetapkan secara khusus. Alasannya, mereka disebut memberikan dukungan kepada Hamas.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, berpendapat lain. Dalam pernyataannya, ia meyakini langkah ini adalah awal dari upaya lebih luas.
"Penetapan ini mencerminkan tindakan awal dari upaya berkelanjutan untuk menggagalkan kekerasan dan destabilisasi yang dilakukan oleh cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di mana pun itu terjadi," ujar Rubio.
Pandangan serupa datang dari Menteri Keuangan Scott Bessent. Ia menyinggung soal rekam jejak kelompok tersebut.
Menurut Bessent, Ikhwanul Muslimin punya sejarah panjang dalam aksi teror. "Dan kami bekerja secara agresif untuk memutus akses mereka dari sistem keuangan," tegasnya. Suasana tegang antara kedua pihak pun tampaknya masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Trump Desak Demonstran Iran Ambil Alih Institusi, AS Siapkan Langkah Intervensi
Dua Puluh Satu Terdakwa Kerusuhan DPR 2025 Dituntut 10 Bulan Penjara
Google Bantah Keterkaitan Investasi Gojek dengan Kasus Korupsi Chromebook
17 Lapak Liar di Pasar Cibinong Dibongkar, Puing-puing Langsung Disingkirkan