Rasa trauma yang ditinggalkan sungguh dalam. Pijai bercerita tentang salah satu korban, seorang anak dari warga yang mengontrak di wilayahnya.
"Pulang sekolah anaknya langsung nangis. Dia diam saja, mungkin malu atau takut. Baru mau bercerita ke orang tuanya setelah ditanya-tanya," kisahnya.
"Ini bahaya sekali. Kalau pelaku tidak cepat ditangkap, bisa-bisa mental anak-anak kita yang jadi korban," lanjut Pijai dengan nada prihatin.
Bersama pengurus RW, Pijai lalu meneliti rekaman CCTV. Mereka berhasil mendapatkan petunjuk penting: nomor polisi sepeda motor yang digunakan pelaku adalah B-4410-BKE.
"Wajah mereka juga sudah terekam dengan cukup jelas. Kami berharap polisi bisa bertindak cepat," ujar Pijai saat itu. Harapannya kini telah terjawab dengan ditangkapnya pelaku.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan