Rasa trauma yang ditinggalkan sungguh dalam. Pijai bercerita tentang salah satu korban, seorang anak dari warga yang mengontrak di wilayahnya.
"Pulang sekolah anaknya langsung nangis. Dia diam saja, mungkin malu atau takut. Baru mau bercerita ke orang tuanya setelah ditanya-tanya," kisahnya.
"Ini bahaya sekali. Kalau pelaku tidak cepat ditangkap, bisa-bisa mental anak-anak kita yang jadi korban," lanjut Pijai dengan nada prihatin.
Bersama pengurus RW, Pijai lalu meneliti rekaman CCTV. Mereka berhasil mendapatkan petunjuk penting: nomor polisi sepeda motor yang digunakan pelaku adalah B-4410-BKE.
"Wajah mereka juga sudah terekam dengan cukup jelas. Kami berharap polisi bisa bertindak cepat," ujar Pijai saat itu. Harapannya kini telah terjawab dengan ditangkapnya pelaku.
Artikel Terkait
Dua Puluh Satu Terdakwa Kerusuhan DPR 2025 Dituntut 10 Bulan Penjara
Google Bantah Keterkaitan Investasi Gojek dengan Kasus Korupsi Chromebook
17 Lapak Liar di Pasar Cibinong Dibongkar, Puing-puing Langsung Disingkirkan
Menkeu Purbaya Sambangi Kejagung, Bahas Potensi PNBP Puluhan Triliun