"Setelah itu saya tidak tahu lagi. Tahu-tahu mangkrak dan jadi besi tua yang merusak estetika kota," ungkapnya dengan sedikit geleng kepala.
Menurut dia, setelah dua dekade terbengkalai, pilihannya cuma dua: lanjutkan atau bongkar. Keputusan Gubernur Pramono Anung untuk membongkar, meski pahit, adalah langkah yang paling realistis saat ini.
"Ini memang pilihan paling buruk, tapi harus dilakukan. Yang penting ada kepastian," tegasnya.
Sutiyoso pun mengapresiasi langkah tegas Pemprov DKI itu. Dia berharap penataan ulang Rasuna Said bisa memperbaiki wajah kota, menghapus kesan 'besi tua' yang selama ini mengganggu pemandangan.
"Mudah-mudahan kalau saya lewat ini nggak sakit mata lagi. Saya suatu saat yang selama ini terus terpikir gini aduh ya sedih aja ya gitu. Kan aku mulai itu jadinya kayak begini ya."
Dia menyimpulkan, "Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono dan itu adalah keputusan yang paling tepat, seenggak seenak apa pun mengeluarkan biaya harus kita lakukan."
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Pantau Per Jam Nasib Dua WNI yang Diculik di Gabon
Kakorlantas Beri Apresiasi Khusus, Tawari Komandan PJR Pilih Tugas Sesuka Hati
Airlangga Bertandang ke KPK, Bahas Negosiasi Tarif AS hingga Pencegahan Korupsi
Wakil Wali Kota Tangsel Buka Suara Soal Penghentian Sampah ke Bogor