Memasuki babak kedua, hujan kembali turun. Namun, permainan justru semakin panas. Serenan tampil lebih perkasa. Mereka sukses menambah pundi-pundi gol, salah satunya lewat titik putih. Dawungsari sempat membalas satu gol, memberi sedikit harapan. Tapi, Serenan tak memberi ampun. Mereka kembali melesakkan bola ke gawang lawan. Peluit panjang wasit akhirnya menetapkan skor akhir: 5-1 untuk kemenangan telak Desa Serenan.
Kekalahan memang pahit, tapi semangat kebersamaan tetap terasa. Usai laga, Yandri didampingi perwakilan Bank Jateng menyerahkan medali dan uang pembinaan. Desa Serenan, sebagai Juara III, membawa pulang Rp 30 juta. Sementara Dawungsari, dengan perjuangan keras mereka, mendapatkan Rp 20 juta.
Liga Desa sendiri sudah bergulir dua bulan lalu, kick-off-nya digelar di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bayangkan, kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa se-Jawa Tengah! Sebuah ajang yang benar-benar merakyat.
Di sisi lain, pertandingan final ini jelas jadi tontonan spesial. Tak hanya dihadiri menteri, tampak juga Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, jajaran Forkompimda setempat, dan tentu saja, masyarakat sekitar yang memadati lapangan. Mereka semua menyaksikan langsung gelora olahraga dari tingkat akar rumput yang paling nyata.
Artikel Terkait
Sugiono Candakan Kekurangan Wakil Menteri di Tengah Kesibukan Kemlu
Polisi Palembang Siasat Badut Doraemon Tangkap Residivis Maling Motor
Inspirasi Tema Peringatan Isra Mikraj 2026 untuk Sekolah dan Masjid
Palet Warna di Jalur Merah: Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Stasiun KRL