Peran HW, tersangka asal China, disebut-sebut sebagai peracik utamanya. Lab gelap ini dinilai punya kapasitas produksi yang cukup besar.
“Dari barang bukti yang diamankan, bahannya diperkirakan bisa memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate,” jelas Parikhesit.
Angka 30 liter itu bukan main-main. Kalau dirinci, hasilnya bisa setara dengan 15.000 cartridge pods vape yang siap diedarkan. Bayangkan dampaknya kalau sampai bocor ke pasar gelap.
Untungnya, menurut polisi, operasi ini digagalkan tepat waktu. “Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” tambahnya.
Kini, kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya. Penyidik masih mendalami jaringan di balik operasi ini, mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat.
Artikel Terkait
Hakim Desak Penangkapan Buronan Kunci di Kasus Korupsi Chromebook Rp 2,1 Triliun
ART Buru Dua Pria Pembunuh ART di Serang Usai Penusukan Maut
Kisah Pilu Investor Muda: Terpikat Gaya Hidup Mewah, Rugi Rp 3 Miliar di Akademi Kripto
PKS dan PDIP Berdebat, Tapi Sepakat Soal Satu Ancaman: Politik Uang