Cepy sebenarnya sedang menjabarkan alasan mengapa Chromebook dinilai tidak cocok untuk daerah terpencil, daerah 3T. Alasannya ada beberapa. Pertama, Chromebook sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil. Padahal, di daerah terluar, sinyal seringkali jadi masalah utama.
Kedua, banyak guru dan siswa yang belum akrab dengan perangkat ini. Mereka lebih terbiasa dengan sistem operasi lain.
Lalu alasan ketiga, yang ini cukup teknis. “Karena Chrome OS ini spesifikasi khusus untuk Chromebook,” jelas Cepy, “maka aplikasi-aplikasi berbasis Windows yang selama ini dipakai oleh mungkin siswa dan guru tidak bisa diinstal dan dipakai dalam Chromebook tersebut.”
Intinya, Dapodik yang notabene aplikasi krusial untuk pendataan seluruh sekolah di Indonesia, mentok tidak bisa jalan di perangkat tersebut. Padahal, aplikasi itu sangat vital. Menurut Cepy, ini jadi salah satu titik masalah yang patut diperhatikan.
Artikel Terkait
Kades dan Tiga Terdakwa Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pager Laut
Indonesia Puncaki Peringkat Kesejahteraan Global: Modal Sosial atau Alarm bagi Kebijakan?
Chat Grup Nadiem Sebelum Jadi Menteri Jadi Sorotan di Sidang Korupsi Rp 2,1 Triliun
Prabowo: Sekolah Taruna Nusantara Kunci Wujudkan Kesejahteraan Rakyat