“Angka korban tewas mencakup 512 demonstran dan 134 anggota pasukan keamanan,” begitu bunyi laporannya.
Tak hanya yang tewas. Lebih dari seribu orang mengalami luka-luka. Yang juga mencengangkan, lebih dari 10.700 orang dilaporkan telah ditahan dalam dua pekan terakhir. Penahanan tersebar di 585 lokasi, meliputi 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran. Jangkauannya benar-benar nasional.
HRANA bukan nama baru. Dalam kerusuhan-kerusuhan sebelumnya di Iran, data yang mereka kumpulkan sering terbukti akurat. Untuk laporan terbaru ini, mereka mengandalkan jaringan pendukung di dalam negeri untuk memeriksa dan menyilang setiap informasi yang masuk, sebelum akhirnya dipublikasikan pada Selasa pagi itu.
Situasinya memang suram. Gelombang protes mungkin mereda di satu tempat, namun muncul lagi di tempat lain. Sementara dunia menunggu tanggapan resmi Teheran, angka-angka dari kelompok HAM ini menggambarkan betapa berdarahnya krisis yang sedang terjadi.
Artikel Terkait
Prabowo Percepat Rehabilitasi Sumatera, Satgas Nasional Gelar Rapat Perdana
KPK Geledah Ditjen Pajak, Sita Dokumen dan Uang Tunai Terkait Kasus Suap
Kantor Pusat Pajak Digeledah KPK, Kasus Suap Rp75 Miliar Merambah Jakarta
Tito Karnavian Soroti Empat Kabupaten Sumbar yang Masih Butuh Perhatian Ekstra Pascabencana