Menurut penjelasan resmi, ceritanya agak berbeda. Beberapa hari sebelumnya, pemkab dapat laporan ada warga mengungsi di GOR Pandan. Setelah dicek, ternyata mereka bukan korban terdampak bencana. Langkah pun diambil. Pemkab turun melakukan pendataan, berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan.
Hasilnya? Ternyata memang ada beberapa keluarga yang rumahnya sebenarnya sudah bisa ditinggali lagi. "Rumah mereka sudah dibersihkan dan dinyatakan layak huni," tutur Basyri. Alhasil, mereka pun dikembalikan ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, mereka tetap mendapat bantuan logistik berupa paket sembako sebagai bentuk perhatian.
Jadi, menurut pihak berwenang, ini bukan soal pengusiran. Ini lebih ke proses penertiban dan pemulihan kondisi pascabencana. Meski begitu, video yang penuh tudingan itu tetap saja memantik pertanyaan dan simpati publik.
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Chromebook Tak Bisa Jalankan Aplikasi Krusial Kemendikbud
Iran Panggil Diplomat Eropa, Parlemen Uni Eropa Balas dengan Larangan Masuk
PKB Anggap E-Voting Bisa Jadi Solusi, Tapi Jangan Terburu-buru
Prabowo Soroti Dominasi Alumni Taruna Nusantara di Kabinetnya