Saksi Ungkap Chromebook Tak Bisa Jalankan Aplikasi Krusial Kemendikbud

- Selasa, 13 Januari 2026 | 15:30 WIB
Saksi Ungkap Chromebook Tak Bisa Jalankan Aplikasi Krusial Kemendikbud

Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa lalu, terungkap sebuah kendala teknis yang cukup pelik. Cepy Lukman Rusdiana, mantan pejabat di Kemendikbudristek, duduk sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, dia menyebut laptop Chromebook punya masalah serius terkait dua hal: aplikasi Dapodik dan UNBK.

“Aplikasi Dapodik itu tak bisa diinstal di Chromebook,” ujar Cepy. Tak cuma itu, perangkat berbasis Chrome OS itu juga dinyatakannya tidak bisa dipakai untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Sidang itu sendiri mengadili tiga orang terdakwa. Mereka adalah Mulyatsyah, yang pernah menjabat sebagai Direktur SMP, lalu Sri Wahyuningsih, mantan Direktur Sekolah Dasar, dan seorang konsultan bernama Ibrahim Arief atau yang akrab disapa Ibam.

Nah, bagi yang belum familiar, Dapodik itu apa sih? Singkatnya, ini sistem pendataan nasional yang mengumpulkan informasi lengkap seputar sekolah, mulai dari data siswa, guru, sampai tenaga kependidikan. Sistem online ini dikelola oleh Kemendikbudristek yang sekarang namanya berubah jadi Kemendikdasmen.

Cepy sebenarnya sedang menjabarkan alasan mengapa Chromebook dinilai tidak cocok untuk daerah terpencil, daerah 3T. Alasannya ada beberapa. Pertama, Chromebook sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil. Padahal, di daerah terluar, sinyal seringkali jadi masalah utama.

Kedua, banyak guru dan siswa yang belum akrab dengan perangkat ini. Mereka lebih terbiasa dengan sistem operasi lain.

Lalu alasan ketiga, yang ini cukup teknis. “Karena Chrome OS ini spesifikasi khusus untuk Chromebook,” jelas Cepy, “maka aplikasi-aplikasi berbasis Windows yang selama ini dipakai oleh mungkin siswa dan guru tidak bisa diinstal dan dipakai dalam Chromebook tersebut.”

Intinya, Dapodik yang notabene aplikasi krusial untuk pendataan seluruh sekolah di Indonesia, mentok tidak bisa jalan di perangkat tersebut. Padahal, aplikasi itu sangat vital. Menurut Cepy, ini jadi salah satu titik masalah yang patut diperhatikan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar