Washington tak tinggal diam. Dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB Senin lalu, pemerintah Amerika Serikat melayangkan kecaman keras terhadap Rusia. Penyebabnya? Penggunaan rudal balistik berkemampuan nuklir, yang mereka sebut Oreshnik, di wilayah Ukraina. AS menyebut langkah Moskow ini sebagai sebuah "eskalasi berbahaya" yang sulit diterima akal sehat.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce, tak sungkan menyuarakan kekhawatiran itu. Suaranya tegas di ruang sidang.
"Ini adalah eskalasi berbahaya dan tak dapat dijelaskan dalam perang ini," ujarnya. Bruce menegaskan, serangan dengan rudal jarak menengah itu terjadi justru ketika AS dan sekutunya berupaya keras bekerja sama dengan Kyiv dan juga Moskow untuk mencari jalan damai lewat negosiasi.
Artikel Terkait
Tiga Lembaga Global Peringatkan Harga Energi dan Pupuk Bakal Bertahan Tinggi
Kepala IAEA Peringatkan Peningkatan Serius Kapabilitas Nuklir Korea Utara
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kerja ke Rusia dan Prancis
Taman Fatahillah Ditutup Sementara untuk Ibadah Paskah, Museum Tetap Buka