"Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka," ucap Teguh.
"Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur."
Untuk mendukung pemulihan itu, bantuan perangkat pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Aceh Timur, contohnya, mendapat printer CR707E beserta ribbon dan film pendukungnya. Kota Langsa menerima jumlah perangkat printer dan suku cadang yang lebih banyak.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, bantuan yang datang terbilang paling komprehensif. Tim Jemput Bola menyerahkan paket lengkap: dua set mobile enrollment, printer Fargo, card reader, hingga perangkat pendukung seperti power station, panel surya, dan bahkan perangkat Starlink untuk konektivitas. Tak lupa, ribuan blanko KTP-el juga disiapkan.
Harapannya jelas. Dengan dukungan konkret ini, kapasitas Disdukcapil di keempat wilayah itu bisa semakin kuat. Keterbatasan infrastruktur, terutama listrik dan jaringan, diharapkan tak lagi menjadi penghalang besar. Intinya, hak administrasi kependudukan masyarakat harus tetap terpenuhi dengan baik.
Dalam kunjungan kerja ini, Teguh tidak sendirian. Ia didampingi oleh Kepala Registrasi Kependudukan Provinsi Aceh, T. Syarbaini, beserta tim. Jajaran pejabat eselon I dari pusat juga turut serta, seperti Direktur Pendaftaran Penduduk Muhammad Farid, Direktur Bina Aparatur Erliani Budi Lestari, serta direktur-direktur lainnya.
Rombongan yang cukup besar ini menunjukkan betapa seriusnya upaya pemulihan layanan di Aceh. Mereka semua turun, beriringan, untuk memastikan layanan dasar negara itu benar-benar sampai ke tangan warga.
Artikel Terkait
DPR Usulkan Revisi UU Bencana untuk Perkuat Kekuatan BNPB
Bus Transjakarta Tabrak Tiang Listrik, Lalu Lintas Jagakarsa Lumpuh Berjam-jam
Jerman Anggap Wacana Akuisisi Greenland oleh AS Tak Serius
Prabowo Kirim Sinyal Kuat, Kunjungan Perdana ke IKN Diikuti Para Menteri